Data dan fakta unik serta fenomena menakjubkan termasuk artikel online populer ada disini

Showing posts with label Myths. Show all posts
Showing posts with label Myths. Show all posts

Untung Rugi Jadi Si Pelupa

Menjadi seorang pelupa ada keuntungan dan kerugiannya. Mereka yang pelupa pasti sangat mudah melupakan hal-hal yang menyedihkan. Sedangkan kerugiannya, memiliki sifat pelupa bisa sangat membahayakan. Terutama dalam menjalani kehidupan.


Di samping itu, ada fakta-fakta mengejutkan di balik sifat pelupa. Berikut fakta-faktanya:

1. Orang pelupa itu cerdas

Menurut penelitian dalam jurnal kesehatan Neuron mengungkapkan bahwa melupakan hal-hal kecil itu hal yang normal, ini adalah tanda otakmu sehat dan bisa berarti tanda bahwa otakmu sedang menyisihkan ruang untuk informasi-informasi yang lebih berguna untuk ke depannya.

Penting bagi otak berfungsi melupakan beberapa hal yang sekiranya sepele atau tidak terlalu penting dan berfokus pada hal-hal yang lebih penting dan sekiranya akan kamu butuhkan dalam membuat keputusan atau jangka panjang, demikian ungkap Blake Richards, peneliti University of Toronto.

Peneliti menemukan bahwa sebenarnya otak tidak serta merta menyimpan memori dan mengirimkan semua informasi untuk disimpan dari waktu ke waktu, melainkan mengoptimalkan penyimpanan memori yang berperan dalam pengambilan keputusan, menyimpan apa yang penting dan melepas apa yang tidak.

2. Pikun dan pelupa itu berbeda

Menagap berbeda? Karena disebabkan oleh hal yang berbeda. Pikun disebabkan menurunnya kemampuan seseorang untuk berpikir. Orang yang pikun biasanya berusia 55 tahun. Sedangkan pelupa disebabkan adanya gangguan pada pusat konsentrasi seseorang. Dan usianya bisa muda dan tua.

Selain itu, orang pikun hanya tak ingat terhadap sesuatu dalam waktu yang cukup lama. Meskipun kejadiannya berulang kali. Sedangkan pelupa, tak ingat hanya dalam sekejap. Kalau kejadian terulang, maka dia akan ingat.

3. Pria ternyata lebih pelupa

Setiap ingatan seseorang berbeda-beda. Memori ingatan diibaratkan lemari yang banyak menyimpan data penting. Kecepatan ingatan tergantung dalam beberapa hal, yaitu sistem pengarsipan data, frekuensi pencarian data, nilai urgensi data. Semakin banyak menerima infomrasi, maka seseorang akan semakin lupa.

Seiring bertambahnya usai, sebagian sel-sel otak akan mati atau mengerut (atrofi), sehingga mengurangi kemampuan fungsi otak. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas of Pennsylvania dan Henry Ford Healhty System AS, otak kiri pria ternyata lebih cepat mengalami kemunduran dibandingkan dengan wanita. Kecepatannya mencapai tiga kali kemunduran fungsi pada otak kiri wanita.

Otak kiri berkaitan dengan kemampuan berpikir rasional, logis, analitis, berbicara, berbahasa, dan rasa bahagia. Fakta lainnya, pada wanita kehilangan fungsi otak kanan dan kiri seiring bertambahnya usia terjadi secara seimbang. Sedangkan pada pria, kematian sel-sel otak kirinya terjadi dua kali lebih banyak daripada sel-sel otak kanan. Jadi pria tampaknya memang berbakat memiliki sifat pelupa.

Disebutkan pula bahwa pria pun kehilangan lebih banyak sel-sel otak bagian permukaan otak. Sel-sel bagian permukaan ini berperan dalam kemampuan kognitif, seperti berpikir rasional, kemampuan mengkalkulasi, merencanakan, dan mengonsep. Pria pun kehilangan lebih banyak sel-sel otak bagian tengah otak, yang berfungsi untuk mengatur emosi dan kemampuan betahan hidup (survival). Diduga percepatan kematian fungsi sel-sel otak pria ini sangat dipengaruhi oleh hormon.

READ MORE - Untung Rugi Jadi Si Pelupa

Inilah Perang Terpanjang dan Paling Aneh Di Dunia

Salah satu perang terpanjang, dan bahkan paling aneh, dalam sejarah dunia kita. Perang ini aneh karena tidak ada pertempuran dan pertumpahan darah, yang dikenal sebagai perang Tiga Ratus dan Tiga Puluh Lima Tahun. Konflik dimulai pada 30 Maret 1651, sebagai efek sampingan dari Perang Saudara Inggris.


Belanda, sekutu lama Inggris, memutuskan untuk memihak Parlemen. Kaum Royalis, yang sebelumnya memiliki hubungan persahabatan dengan Belanda, menganggap ini sebagai pengkhianatan. Karena marah, mereka menyerang kapal-kapal Belanda sebagai hukuman terhadap teman-teman mereka yang berkhianat.

Namun, pada 1651 Royalis telah diusir dari seluruh Inggris kecuali dari sekelompok kecil pulau, yaitu ‘Kepulauan Scilly’. Belanda, yang telah menderita kerugian perdagangan di tangan kaum Royalis, memutuskan untuk memberi mereka pelajaran dengan mengirim pasukan angkatan laut mereka ke daerah itu untuk mengancam kaum Royalis. 

Perintah juga diberikan kepada komandan Belanda, Tromp, untuk menyatakan perang jika kaum Royalis tidak mengeluarkan uang.

Kemudian, menurut cerita yang paling umum, kaum Royalis menolak uang itu, memaksa Tromp untuk menyatakan perang. Namun, pasukan Royalis yang jauh berkurang dan kemungkinan adanya hasil yang buruk membuat Tromp menghentikan perang dan kembali tanpa ada pertempuran yang terjadi. 

Segera kaum Royalis menyerah kepada anggota Parlemen, dan Belanda pada dasarnya lupa bahwa mereka telah menyatakan perang.

Lebih dari tiga abad kemudian, seorang sejarawan lokal, Roy Duncan, secara tidak sengaja menemukan catatan kaki bersejarah di Scilly mengenai perang itu, dan ia mengundang duta besar Belanda ke Inggris untuk mengunjungi Scilly dan menegosiasikan gencatan senjata. 

Perjanjian damai ditandatangani pada 17 April 1986, sehingga mengakhiri ‘perang palsu’ antara Belanda dan Kepulauan Scilly.

READ MORE - Inilah Perang Terpanjang dan Paling Aneh Di Dunia

Sudah Lama Kita Diperingatkan Bahaya Mie Instan.

Saat ini berbagai merek mie instan menawarkan berbagai variasi rasa untuk memikat para penggemarnya. Lidah konsumen semakin dimanjakan oleh beragam olahan rasa, dari makanan khas nusantara sampai makanan khas negara lain.

Mie instan merupakan salah satu makanan paling favorit orang Indonesia. Bisa dibilang, hampir semua orang Indonesia pernah merasakan mie instan. Makanan mie olahan ini kerap dijadikan persediaan di rumah-rumah.


Menyantap mie instan tak jarang membuat ketagihan. Sudah lama kita diperingatkan akan bahaya menyantap mie instan.

Namun, tetap saja kita selalu memiliki alasan untuk kembali menyantapnya. Sudah seperti itulah kira-kira orang Indonesia terikat dengan mie instan. Adakah batas toleransi menyantap mir instan?

Meski demikian besarnya kabar negatif tentang mie instan, Ari Fahrial, dokter spesialis penyakit dalam sub spesialis pencernaan menganjurkan menyantap mir instan dalam tahap moderat.

Fahrial tak menganjurkan mir instan untuk disantap sebagai makanan utama. “Sebagai makanan tambahan ok, jangan jadikan (mie instan) sebagai makanan utama sebab gizinya tidak mencukupi,” kata Ari saat dihubungi oleh CNN Indonesia.

Dijelaskan olehnya, mie instan hanya mengandung karbohidrat, meskipun juga terdapat lemak pada minyak mie instan. “Nutrisinya tetap tidak terpenuhi jika hanya menyantap mie instan saja,” ucap Ari menambahkan.

Mie instan pernah pula dikabarkan mengandung zat lilin yang berbahaya jika menempel di usus. Apa sebetulnya yang terjadi saat mie instan berada diproses di dalam tubuh? Ari meluruskan bahwa mir instan akan diproses sama seperti halnya makanan lainnya.

“Orang dengan sakit mag, karena mir instan mengadung ragi maka akan membuatnya magnya kambuh, demikian halnya dengan lada pada bumbu mie instan yang dapat memicu magnya kambuh.”

Oleh sebab itu, sebagai makanan utama mie instan perlu untuk diperhitungkan. “Jika kalori pada sebungkus mie instan 300 kalori, dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan kalori masing-masing orang yang berbeda berarti harus menyantap tiga bungkus mir instan, tanpa makanan yang lain.”

Untuk memenuhi kalori yang dibutuhkan tubuh maka diperlukan makanan tambahan lain, seperti telur sebagai asupan protein. Sayuran seperti sawi atau tomat juga bisa ditambahkan sesuai selera untuk memberikan asupan serat dan nutrisi baik lain.

Beberapa orang disarankan oleh Ari tak boleh sembarangan menyantap mie instan. “Orang-orang yang menderita hipertensi sebaiknya membatasi mie instan karena mengandung garam yang tinggi. Juga untuk mereka yang menderita mag karena kandungan ragi pada proses pembuatan mir,” ucap Ari.

Demikian Menguak Kenyataan dari Mitos Mie Instan semoga dengan informasi ini anda tidak terlalu percaya dengan mitos yang telah beredar, kita harus percaya dengan informasi yang valid dan telah dibenarkan.

READ MORE - Sudah Lama Kita Diperingatkan Bahaya Mie Instan.

Inilah Penyebab Anda Jomblo Selamanya

Cantik, cerdas, baik hati. Good looking, charming, mapan, dan humoris. Tapi kenapa belum 'laku' juga?

Sederet pertanyaan itu mungkin 'diam-diam' terucap ketika melihat seseorang yang masuk high quality, namun tak juga ketemu jodoh.

Salah satunya adalah dengan membuat banyak kriteria, yang sebenarnya tidak ada seseorang yang dapat sesuai dengan kriteria yang Anda buat. Jika Anda tak ingin melajang seumur hidup, ada baiknya membaca tips ini sampai selesai. Berikut ini tipsnya,


1. Merasa takut untuk mencoba

Bagaimana cara mengetahui jika Anda sudah menemukan cinta sejati, namun Anda belum pernah merasakan kehilangan. Bagaimana caranya Anda bertemu dengan orang yang tepat jika Anda tidak berani mencoba dan memulai suatu hubungan?

Dalam perjalanan percintaan tidak ada yang lurus, beberapa orang harus jatuh bangun untuk mendapatkan tambatan hati yang tepat. Karenanya jika Anda takut untuk mencoba, bagaimana cara Anda untuk memulai, dan menemukan tambatan hati yang sesuai dengan Anda?

2. Menganggap tidak ada hubungan yang sempurna, dan berhenti mengharapkannya

Ketika seseorang patah hati, beberapa di antaranya memilih untuk menutup rapat hati tersebut dan tidak membukanya kembali. Justru hal tersebut merupakan suatu kesalahan. Lalu bagaimana Anda bisa menyembuhkan hati yang patah tanpa membiarkan siapapun masuk untuk mencoba mengobati.

3. Mencari yang sesuai kritera

Setiap orang pasti memiliki kriteria tentang pasangannya. Well, Anda tidak bisa memesan bagaimana pria atau wanita yang akan jadi pendamping Anda.

Selain itu, tidak ada salahnya dengan jatuh ke dalam hubungan yang tidak tidak sesuai dengan kriteria. Namun dapat memberikan kebahagiaan sendiri untuk Anda. Selama Anda merasa bahagia, kenapa tidak?

4. Mind block

Berhenti berpikir Anda tidak bisa, atau tidak mungkin. Jika berpikir demikian, Anda akan menjadi pribadi yang tidak berkembang. Padahal, dengan membuka diri Anda akan menemukan seseorang yang dapat mendukung Anda, maju bersama dengan Anda, hingga berjuang bersama dan membuat diri Anda lebih baik.

5. Jangan takut untuk membuat kesalahan

Jangan berhenti dan hanya menunggu hingga bertemu dengan orang yang tepat. Pada dasarnya tidak ada yang salah untuk menjadi lajang, karena Anda dapat lebih mengenal dan memperhatikan diri Anda sendiri.

Namun hindari untuk menutup diri sendiri dan merasa takut untuk mencoba dan berbuat kesalahan, hingga menemukan pasangan yang tepat.

READ MORE - Inilah Penyebab Anda Jomblo Selamanya

Mencuci Piring Dengan Tangan Dapat Menurunkan Resiko Berbagai Gangguan Kesehatan

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mencuci piring dengan tangan ternyata memiliki dampak positif terhadap kesehatan anak Anda dibandingkan dengan mencuci piring dengan menggunakan mesin.

Mencuci piring dengan menggunakan tangan dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan akibat alergi seperti asma atau eksim pada anak.

Hasil penelitian ini mendukung sebuah teori higienitas yang menyatakan bahwa semakin dini seorang anak terpapar oleh berbagai jenis kuman maka semakin baiklah fungsi sistem kekebalan tubuhnya.

Mencuci Piring Dengan Tangan

Jadi, bila seorang anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik, maka sistem kekebalan tubuh tersebut tidak akan salah “mengenali” suatu zat tidak berbahaya sebagai zat berbahaya, yang biasa terjadi pada reaksi alergi.

Selain itu, para peneliti menduga karena mencuci piring dengan tangan tidaklah seefektif mencuci piring dengan mesin dalam hal menghilangkan kuman.

Lebih banyak kuman yang tertinggal yang membuat paparan terhadap kuman pun menjadi lebih banyak. Hal ini dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk bekerja dengan lebih baik, yang juga menyebabkan lebih sedikit alergi.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara cara mencuci piring dengan tangan dengan menurunnya resiko terjadinya berbagai reaksi alergi dan bukannya suatu hubungan sebab akibat.

Pada penelitian ini, para peneliti bertanya pada orang tua dari sekitar 1.000 anak berusia 7 atau 8 tahun di Swedia mengenai riwayat kesehatan anak mereka, termasuk mengenai riwayat asma, eksim, dan alergi musiman.

Para peneliti juga bertanya mengenai bagaimana cara keluarga tersebut membersihkan piringnya dan seberapa sering keluarga tersebut mengkonsumsi makanan fermentasi dan makanan yang diperoleh langsung dari sebuah pertanian.

Selain berbagai faktor lain yang juga mempengaruhi reaksi alergi seorang anak seperti yang telah disebutkan di atas.

Para peneliti juga menyingkirkan berbagai faktor resiko lainnya yang telah dipercaya dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai reaksi alergi seperti pemberian ASI dan ada tidaknya hewan peliharaan.

Sekitar 12 persen keluarga yang ditanyai para peneliti ini mencuci piringnya dengan menggunakan tangan.

Para peneliti kemudian menemukan bahwa anak-anak pada keluarga tersebut memiliki resiko alergi yang lebih rendah (sekitar 50 persen) dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga lain yang mencuci piring dengan menggunakan mesin pencuci piring.

Para peneliti menemukan bahwa di antara anak-anak dari keluarga yang mencuci piringnya dengan tangan, sekitar 23 persen nya menderita eksim dan 1.7 persen nya menderita asma.

Sementara itu, anak-anak dari keluarga yang mencuci piringnya dengan mesin cuci piring, sekitar 38 persennya menderita eksim dan 7.3 persen nya menderita asma.

Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak juga lebih jarang memiliki alergi bila mereka mengkonsumsi makanan atau sayuran yang telah difermentasi setidaknya 1 kali sebulan atau bila mereka sering mengkonsumsi makanan yang berasal dari pertanian setempat.
Source: tribunnews. com

READ MORE - Mencuci Piring Dengan Tangan Dapat Menurunkan Resiko Berbagai Gangguan Kesehatan

Kisah Pisau Dan Sendok, Garpu

Sendok, garpu, pisau. Bisa jadi tidak ada dapur yang tidak memiliki tiga perangkat ini. Kini, alat-alat makan tersebut hadir dalam beragam wujud, warna, dan bahan. Memiliki seperangkat alat makan yang gaya dan cantik, bahkan menjadi semacam kewajiban bagi mereka yang gemar menjamu. 

Kisah Pisau Dan Sendok, Garpu

Sendok

Sesungguhnya, tidak ada yang tahu secara pasti mana yang muncul terlebih dahulu. Apakah sendok atau pisau. Banyak pendapat yang mengatakan, sendok muncul lebih dulu dalam peradaban manusia. Namun, pendapat itu mudah dipatahkan karena sejarah menemukan sendok kuno dari kayu. Sementara banyak pisau ditemukan terbuat dari tulang atau batu. Pada pertengahan 1500, sendok yang terbuat dari perak menjadi lambang kekayaan manusia. 

Garpu

Sejarah mencatat, garpu pertama kali muncul pada 1500 di negara Italia. Mulanya, garpu cuma memiliki dua gerigi. Garpu dengan tiga gerigi konon baru mulai ada 50 tahun sejak kemunculan garpu dengan dua gerigi. 

Penduduk Italia merupakan pengguna garpu. Tapi, di belahan Eropa lainnya, penggunaan garpu dipandang sebelah mata. Bahkan, dilihat sebagai perbuatan tak terpuji. Alasannya, garpu bergerigi dua mirip dengan tongkat setan. 

Pisau

Pisau sejak lama berfungsi sebagai senjata, peralatan, dan alat makan. Tapi, baru beberapa abad terakhir pisau didesain untuk diletakkan di atas meja makan. Pada abad pertengahan di Eropa, tak lazim bagi pemilik rumah untuk menyediakan alat potong ini saat tamu datang untuk makan. Kebanyakan orang pun membawa sendiri pisaunya. Pisaunya unik, di satu sisi memiliki ujung tajam untuk memotong makanan. Sisi lainnya, tumpul untuk mengangkat makanan ke mulut. Pada awal ke-18 pisau meja makan mulai diimpor ke Amerika. ( ROL )

READ MORE - Kisah Pisau Dan Sendok, Garpu

Common Child Care

Most new parents get a lot of advice from family and friends, before and after the baby is born. Although it is well-intended, in some cases, it may not be completely accurate.

There are a number of common misconceptions that are often passed along to new parents. Here are some of the more widespread childcare myths:

Common Child Care
  • Some people believe that taking too many flash pictures of a baby can damage his eyes. Fortunately this isn’t true.
  • It’s not true that vinyl toys could expose children to harmful levels of substances. The Consumer Products Safety Commission recently found “no demonstrated health risk” from vinyl toys for children.
  • Despite what you might have heard, you cannot spoil a baby by tending to her in the middle of the night, or by taking her out of the crib for feeding. The truth is you cannot spoil a baby, and in fact, you are providing some security and comfort when you answer their midnight cries.
  • Another myth is that you can’t use plastics in the microwave oven. If the manufacturer says it’s okay to microwave the plastic, then go ahead and do so. But, be careful about the temperature of the food. There are hot spots in microwaved food and you don’t want to burn the inside of your baby’s mouth.
Parents have to be very careful where they get their information. The Internet can be a great source, but you have to be skeptical. There are a lot of good resources on the Web, but there is also a lot of misinformation. The best advice is to get a good pediatrician who can help you sort through all the “advice” about your children’s care that comes your way.

READ MORE - Common Child Care