Data dan fakta unik serta fenomena menakjubkan termasuk artikel online populer ada disini

Showing posts with label Pregnancy. Show all posts
Showing posts with label Pregnancy. Show all posts

NJ teen loses first legal battle to make parents pay for education

NJ teen loses first legal battle to make parents pay for education - A New Jersey student who says her parents abandoned her when she turned 18 lost a first round on Tuesday in the lawsuit she filed against them for school costs and living expenses, a case that could set a precedent for a family's obligation to support a child who has left home.

NJ teen loses first legal battle to make parents pay for education

A family court judge denied a request by Rachel Canning of Lincoln Park, New Jersey, to have her parents temporarily resume paying her tuition and living expenses. He set another hearing date for next month.
Canning, 18, wants her parents to pay the remaining $5,000 in tuition owed to the Morris Catholic High School, where she is a senior, and she wants access to a college fund that was set up for her.

The cheerleader and lacrosse player claims her parents kicked her out of the house in November 2013 after she turned 18, the age of legal adulthood. She wound up living with a friend's family, she said, and the upheaval has jeopardized her educational future.

Judge Peter Bogaard rejected her request for a temporary payout of about $600 a month in support as well as tuition for her private high school, which has waived fees while the case is settled.

New Jersey student Rachel Canning covers her mouth during a hearing in her lawsuit against her parents Sean and Elizabeth Canning, in Morristown March 4, 2014. REUTERS/Carlo Allegri 

In court, the teen said her parents remain obligated to help her with food, transportation, high school tuition and her college education.

She filed the lawsuit last week claiming that she is still dependent on them for support because she is still in school and not yet legally emancipated under state law.

"They left her high and dry because they didn't want to pay," attorney Tanya Helfand told the court. "Now at the age of 18 is not the point to do this."

Her parents, Sean and Elizabeth Canning, said their daughter left home voluntarily, telling the court that she had severe behavioral problems, including underage drinking, and had been suspended from school.

In court papers, they said she did not want to follow the rules of the house that included doing chores and a curfew.

Sean and Elizabeth Canning cry during a hearing in a lawsuit brought by their daughter Rachel Canning in Morristown March 4, 2014. REUTERS/Carlo Allegri 

In New Jersey, emancipation is not contingent on becoming a legal adult at age 18 but instead requires a young person to obtain "an independent status on his or her own" - such as graduation from college, obtainment of employment or marriage.

Family law experts in New Jersey say Canning's case might set legal parameters on whether non-divorced parents in the state are obligated to pay for their children's college education and provide other financial support after the child has left home.

New Jersey is one of several states that require divorced parents to pay for their children's education through college, or legal emancipation, said William Laufer, a family law expert in New Jersey. So far, there is no parallel decision for intact families.

"This case is certainly unique," Laufer said. "The question is, a kid at the age of 18 says he or she is moving out of the house - do parents have a legal obligation to support their kids until emancipation?"

An attorney for Canning's parents said in court that she was welcome to return home and under the financial care of her parents, should she abide by house rules.

New Jersey student Rachel Canning attends a hearing in her lawsuit against her parents Sean and Elizabeth Canning, in Morristown March 4, 2014. REUTERS/Carlo Allegri 

"She can come home tonight. There is no abuse. There is no neglect," attorney Laurie Rush-Masuret said.

Sean Canning, a former police chief in Lincoln Park, told local television station WCBS-TV on Monday he was "dumbfounded" that he was being sued by one of his three daughters.

He called Rachel "rebellious" and said her college fund was not in jeopardy.

"We have a college that's available to her - there's no doubt about that. But it's the equivalent ... of going shopping at a high-end store and sending somebody the bill," he told the station. (Reuters)

READ MORE - NJ teen loses first legal battle to make parents pay for education

Tips Mengatasi Morning Sickness

Sebetulnya, istilah morning sickness mungkin sedikit menyesatkan. Karena gejalanya tak selalu terjadi di pagi hari. Morning sickness bisa terjadi sepanjang hari.






Beberapa wanita menemukan bahwa mereka merasa sakit dipagi hari, reda disiang hari, dan mual kembali dimalam hari.

Sebagian lainnya menemukan bahwa mereka baik-baik saja dipagi hari, namun mulai merasa mual sekitar jam makan siang. Beberapa wanita dapat merasakan hari sakit satu atau dua kali selama sepekan. Berikut beberapa tips yang bisa membantu wanita hamil mengatasi morning sickness, 

Tips Mengatasi Morning Sickness

1. Makan teratur

Ini mungkin tampak aneh, sebab nafsu makan seseorang justru hilang ketika mereka sakit. Namun, bagi ibu hamil, bisa meningkatkan sering makannya itu dengan cara mengemil makanan kecil, khususnya mengonsumsi sayuran setiap hari. Ini sangat membantu mengendalikan rasa mual di perut. 

Membiarkan perut kosong dapat menjadi pemicu mual. Ibu hamil sebaiknya menambah makanan ringan yang sehat, khususnya sayur dan buah.

2. Minum banyak cairan

Minum banyak cairan penting selama kehamilan, terutama jika seorang wanita sering mengalami muntah. Hal ini dapat membantu menjaga dari dehidrasi. Tapi, ibu hamil harus memperhatikan apa yang dia minum. Jauhi kafein, yang dapat membuat morning sickness parah. Ibu hamil juga harus menghindari minuman tanpa kalori yang sering ditemukan dalam minuman olahraga dan soda.

Hal ini ada pengecualian untuk ibu hamil yang muntahnya berat. Jika minuman olah raga (isotonik) mampu menyembuhkan mualnya, maka boleh minum sedikit. Ibu hamil sebetulnya akan lebih baik meminum wedang jahe yang bisa membantu ibu hamil menjaga dirinya dari kehilangan berat badan terlalu banyak. Beberapa minuman bervitamin juga bisa ditambahkan.

3. Minum vitamin prenatal

Ibu hamil perlu memastikan untuk tetap mengonsumsi vitamin prenatal. Ini adalah suatu keharusan bagi setiap wanita hamil, khususnya mereka yang mengalami morning sickness.

4. Banyak beristirahat

Penyakit saat kehamilan akan lebih sulit teratasi tanpa istirahat yang cukup. Mendapatkan istirahat ekstra dapat membantu ibu hamil mengatasi morniing sickness.

5. Diskusi ke dokter

Jika morning sickness berlangsung dalam waktu yang sangat lama, lebih dari tiga bulan, maka ini akan menjadi masalah, atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari ibu hamil. Ibu hamil sebaiknya meminta keterangan dokter kandungan untuk menemukan solusi lain untuk morning sickness. ( ROL )

READ MORE - Tips Mengatasi Morning Sickness

Morning Sickness

Salah satu ketakutan paling terkenal yang terjadi di awal kehamilan adalah morning sickness. Kebanyakan orang menganggap morning sickness adalah perasaan mual di pagi hari. Namun Anda mungkin akan terkejut jika gejala yang satu ini kita perluas cakupannya.

Morning sickness ditandai dengan mual dan muntah yang dimulai sekitar pekan keenam kehamilan dan berakhir dalam tiga bulan pertama. Mual dan muntah dari morning sickness yang sering disertai dengan sakit kepala dan kelelahan. Secara statistik, gejala terjadinya morning sickness ini bervariasi. 

Morning Sickness

Riset di Amerika Serikat memperkirakan antara 50 sampai 90 persen dari semua wanita hamil akan mengalami morning sickness selama kehamilan mereka. Ini artinya, tidak semua wanita hamil akan sering muntah semasa kehamilannya. Sebab, hanya sekitar 30 persen wanita yang benar-benar muntah.

Mekanisme paling tepat yang bisa menjelaskan morning sickness terkadang membuat peneliti bingung selama bertahun-tahun. Sebagian mereka berteori bahwa wanita hamil mengalami peningkatan kadar hormon dalam tubuh dan mekanisme untuk memroduksi hormon tersebut membuat gejala morning sickness muncul.

Pada tiga bulan pertama kehamilan, tubuh wanita hamil memroduksi hormon dalam jumlah besar. Ini karena perut wanita hamil tengah membentuk plasenta bayi. Setelah plasenta terbentuk, hal itu mengambil alih tugas untuk menopang kehidupan bayi mulai dari masa kandungan hingga menjelang melahirkan.

Ada juga ahli yang berpikir bahwa sistem saraf pusat memainkan peran dalam morning sickness ini. Meskipun, ahli masih belum bisa menjelaskan bagaimana mekanismenya. Masalah kesehatan lainnya, seperti masalah hati atau masalah endokrin dapat berkontribusi membuat morning sickness lebuh buruk. Akan tetapi, hal ini jarang terjadi.

Morning sickness biasanya berlangsung dalam jangka waktu singkat, tetapi bisa sangat mengganggu. Pada lembar berikutnya, ROL akan memberikan beberapa tips yang bisa membantu wanita hamil mengatasi morning sickness. ( ROL )

READ MORE - Morning Sickness

Perubahan Emosi Ibu Hamil

Kehamilan ternyata tak hanya membawa perubahan fisik tapi juga perubahan emosi ibu hamil. Perasaan sensitif hingga mudah menangis menjadi hal yang banyak dirasakan para bumil. Lantas, normalkah hal tersebut dan apa dampaknya jika dibiarkan begitu saja bagi kehamilan seseorang?

Perubahan Emosi Ibu Hamil
Perubahan Emosi Ibu Hamil

Psikolog Pingkan Cynthia Rumondor, S.Psi.,M.psi mengatakan bahwa saat hamil, tubuh mengalami perubahan yang sangat signifikan, begitu pula dengan perubahan emosinya - mulai dari perasaan takut, cemas sampai sedih bahkan sampai menangis. Kondisi ini merupakan hal yang sangat normal terjadi, seperti dikutip dari Tabloid Mom & Kiddie.

Stres

Perubahan-perubahan yang dialami selama hamil, biasanya akan menjadi beban pikiran BuMil dan memicu timbulnya stres. Jika BuMil mengalami stres maka tingkat emosionalnya mudah naik dan turun. Sehingga hal inilah yang menyebabkan BuMil mudah sekali tersentuh ketika menonton tayangan yang mengharukan.

Dan untuk mencegah stres itu timbul, hendaknya:
  • Komunikasi yang Terbuka. Biasanya BuMil seringkali tidak menyadari apa yang menjadi beban pikirannya, dengan berbagi pengalaman dan perasaan dengan orang-orang terdekat seperti suami, orangtua, mertua atau sahabat adalah cara efektif untuk mengurangi rasa cemas, sedih ataupun khawatir. 
  • Relaksasi. Mengatur pernapasan dengan menghirup udara lalu tahan beberapa detik kemudian lepaskan. Lakukanlah ini selama 10-15 menit saat BuMil merasa sedih atau cemas. 
  • Olahraga & Cukupi Nutrisi. Olahraga secara teratur dan cukupi kebutuhan nutrisi juga bisa membantu membentuk pola pikir yang positif. Salah satu jenis olahraga yang disarankan adalah senam kehamilan atau yoga. 
  • Mindfulness. Stres disebabkan karena pola pikir yang negatif, jadi sebaiknya kendalikan pola pikir ini, yaitu dengan menyadari apa yang sedang dipikirkan oleh BuMil. 
Perubahan Hormon

Hal lain yang menyebabkan BuMil mudah sekali tersentuh adalah perubahan hormon progesteron. Jika BuMil sering mengalami gejala seperti perubahan suasana hati, mudah terharu, mudah menangis, merasa cemas padahal sebelum hamil hal ini tidak dirasakannya, bisa jadi ini merupakan gejala progesteron rendah.

Semestinya kadar hormon progesteron ini meningkat pada usia kehamilan 7 bulan atau trimester akhir. Tapi karena kadar hormon ini berkurang, maka salah satu dampaknya adalah perubahan suasana hati BuMil seperti: sedih, mudah terharu, mudah menangis ataupun kecemasan. Sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan, untuk mengatasi lebih lanjut.

Wajib Diperhatikan!

Meski wajar terjadi, kondisi tersebut akan dirasa mengganggu, bila setelah selesai menonton masih merasa sedih secara terus-menerus bahkan sampai 2 minggu. Hal ini ditakutkan BuMil mengalami depresi. Depresi tidak hanya memiliki efek pada BuMil tapi juga pada bayi yang dilahirkan. Bayi yang dilahirkan oleh BuMil yang mengalami depresi kelak dewasa ia akan cenderung mengalami depresi juga. Jika hal ini terjadi konsultasikanlah pada psikolog. (okezone)

READ MORE - Perubahan Emosi Ibu Hamil

How to Deal With Headaches During Pregnancy

Headaches are one of the more unpleasant “side effects” that come with pregnancy. All women will have some, but most will experience them in the first and last trimesters. In the first three months, this is thought to be primarily due to such factors as increased blood volume, the initial stresses, and hormonal changes. 

In the final three months, the causes are more likely to be poor posture, which can result in pressure on parts of your body that communicate their discomfort to the brain, and also from the discomforts of carrying extra weight. 

Oddly enough, women who experience migraine headaches, may have fewer during a pregnancy, while a small percentage of sufferers will have more. These patients should discuss relief for the migraines with their doctor, as soon as a pregnancy is confirmed, if not beforehand while they are planning to start a family.

The best idea for dealing with headaches during pregnancy, is to avoid the “known” triggers, or those that are most likely responsible. The food preservative MSG, cheeses, spicy foods, caffeine, chocolate, and other elements of our normal diet, are best eliminated while expecting a baby. 

A healthy, balanced diet, eaten in several small meals a day if necessary, with plenty of fluids, and lots of rest, is your first line of defense against headaches. Being tired, dehydrated, and unable to eat “normally”, can all work together to start your head pounding. 

When you do get a headache, try and identify the cause and deal with it accordingly. If the headache is from your sinuses, a warm compress around your nose and above your eyebrows may relieve some of the pressure. Stress or tension headaches can benefit from cold compresses to the back of the neck. Using these while lying down in a darkened room, will help to alleviate some of the tension that builds up from the pain, and makes the headache worse. Depending on your preferences, some women may also benefit from using aroma therapy and sound therapy techniques at the same time. 

While most pregnancy headaches are from “benign” causes, you should call your doctor if they get worse, become more frequent, are debilitating, or are accompanied by swelling of the hands, feet or face.

READ MORE - How to Deal With Headaches During Pregnancy