Data dan fakta unik serta fenomena menakjubkan termasuk artikel online populer ada disini

Showing posts with label Pernikahan. Show all posts
Showing posts with label Pernikahan. Show all posts

Judulnya Terlanjur Mencintai Suami Orang

Hampir satu tahun belakangan saya terlibat cinta dengan Pria beristri. Saya sendiri gadis berumur 21 dan dia Pria (26) yang baru saja menikah satu tahun. Kita satu team kerja sehingga membuat Kita sering ketemu. 

Pada Awalnya Saya hanya menganggapnya sebagai teman biasa, karena Saya juga tahu Dia sudah berkeluarga. Chat juga berkirim pesan sewajarnya seperti seorang teman biasa. 


Namun beberapa bulan berjalan saya merasa cocok, nyambung, bahkan sampai pada tahap nyaman. Begitu juga yang dia katakan kepada saya.

Sesekali dia antar saya pulang dan tentu saja kami sempatkan dulu mampir ditempat makan untuk sekedar ngobrol lebih banyak. Tapi dari situ perasaan ini berubah, Dia bukan lagi saya anggap sebagai teman kerja melainkan teman spesial. 

Sejak itu Kami saling ketergantungan, saling mencari jika salah satu diantara kita tidak menghubungi. Bahkan Kami sering saling memberikan kata rayuan juga kata mesra. Sampai suatu ketika pesan-pesan mesra kami dibaca oleh istrinya dan bahkan Saya sempat dihubungi oleh istrinya untuk sekedar memaki dan meluapkan emosinya. 

Saya tidak membalas karena saya juga sadar kalau apa yang saya jalani ini salah. Disitu saya bertekad untuk tidak menghubungi dia lagi, tapi berbeda dengan Dia yang beranggapan bahwa emosi istrinya itu akan berjalan sementara dan membujuk saya untuk tetap kembali menjalani hubungan ini. 

Kata-kata manisnya mampu membuat saya luluh. Hingga akhirnya Dia beli handphone baru khusus untuk menghubungi saya agar kejadian yang sama tak terulang lagi.

Seiring berjalannya waktu, hubungan Kami semakin intim. Sepertinya Kami sudah saling cinta dan untuk diri Saya sendiri, merasa sudah sangat mencintai dirinya. Bahkan ada pikiran rela dijadikan istri kedua. Terserah kata Orang, keluarga, bahkan Orang sekitar. 

Saya sudah merasa siap untuk menghadapi semua itu. Saya yakin ini adalah perasaan Cinta. Karena Saya adalah tipe Wanita yang tidak mudah jatuh cinta dengan Orang lain. 

Seumur hidup baru mengalami merasakan cinta yang begitu mendalam dengan dua Pria, dan salah satunya adalah Pria beristri yang sekarang sedang berhubungan dengan Saya.

Merasa tersiksa dengan keadaan ini, Saya beranikan untuk mencari kepastian kepadanya. Dia menyatakan, butuh waktu untuk membujuk Istrinya. Dan Dia berjanji berusaha untuk menjadikan Saya istri kedua. 

Akan tetapi setelah sekian lama, janji itu tidak kunjung ditepati. Pernah Saya putuskan hubungan ini dan mencoba menjalin hubungan dengan Pria lain. Akan tetapi hubungan baru itu terasa hambar. Bahkan yang lebih menyiksa, rasa rindu terhadapnya justru semakin Kuat.

Bahkan Saya sengaja berhenti bekerja dan mencari pekerjaan yang tidak akan ada Dia didalamnya. Tapi perasaan tidak bisa berbohong, Saya justru terbayang pada sosok Dirinya terus menerus. 

Selain itu Dia juga terus berusaha mengambil hati Saya kembali, sekali lagi Saya terjebak oleh kata manisnya. Saya kembali menjalin hubungan cinta terlarang dengan Dia. 

Setelah itu Dia menjadi pribadi yang berbeda, seperti merasa takut kehilangan Saya. Dia sangat cemburu jika melihat Saya ada kedekatan dengan Pria lain.

Rasanya sakit, Saya ingin sekali keluar dari keadaan ini, tapi tidak ada daya untuk melakukannya. Saat sedang berusaha pergi, Dia selalu bisa membujuk Saya agar tetap tinggal. Entah sampai kapan ini akan terus terjadi. Saya bingung dan tidak bisa berbuat apa-apa.

READ MORE - Judulnya Terlanjur Mencintai Suami Orang

Beberapa Latihan yang Bisa Atasi Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini seringkali menjadi momok bagi pria, tak hanya tua tapi juga pria-pria muda. Tapi tak perlu cemas, berolahraga dan latihan merupakan cara terbaik untuk mengatasinya.


Ejakulasi dini adalah salah satu masalah yang paling umum dihadapi pria saat bercinta. Entah karena terlalu bergairah, tergesa-gesa, gangguan psikologis atau memang ada kondisi penyakit tertentu, namun kondisi ini lambat laun bisa membuat para lelaki stres.

Dampak dari ejakulasi tak hanya dapat menimbulkan rasa malu, stres atau menurunkan rasa percaya diri, tetapi juga mengurangi kenikmatan bercinta bagi pasangan. 

Berolahraga dan latihan dianggap sebagai cara terbaik untuk mengatasi ejakulasi dini karena memberikan kekuatan untuk organ intim dan juga meningkatkan sirkulasi darah.

Berikut beberapa latihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini diantaranya adalah :

1. Squeezing

Squeezing dianggap sebagai salah satu metode terbaik untuk mengatasi ejakulasi dini. Ereksi dalam metode ini dicapai melalui masturbasi. 

Setelah p**is sepenuhnya ereksi, ejakulasi dihentikan dengan menekan ujung penis dengan benar-benar keras. Latihan ini dilakukan untuk memaksimalkan orgasme dan menghindari ejakulasi dini.

2. Senam Kegel

Ilustrasi sederhana senam kegel seperti menahan dan melepaskan air seni, yang ketika itu dilakukan maka otot-otot panggul akan bergerak. 

Teknik senam Kegel yang mudah dilakukan caranya adalah kontraksikan otot seperti menahan kencing untuk awalnya selama 5 detik, kemudian kendurkan. 

Terus ulangi latihan tersebut setidaknya lima kali berturut-turut dengan meningkatkan lama waktu menahan kencing 15-20 detik.

Latihan ini tergolong mudah karena bisa dilakukan kapan saja dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. 

Latihan bisa dilakukan di kursi kerja, sambil duduk, sambil berjalan, sambil berdiri, atau berbaring.

3. Latihan 'Start and Stop'

Latihan ini dilakukan dengan memegang p**is sampai mendapat ereksi. Ketika hampir ejakulasi, tarik tangan menjauh dari p**is dan tahan ejakulasi. 

Ulangi latihan lagi. Dengan melakukan ini berulang-ulang, kontrol penuh pada ejakulasi bisa dicapai.

4. Ubah posisi bercinta

Mengubah posisi saat bercinta juga merupakan latihan yang baik untuk memperpanjang ejakulasi. 

Hal ini memperlambat gairah dan penetrasi, sehingga meningkatkan hubungan intim dan mencegah ejakulasi dini.

READ MORE - Beberapa Latihan yang Bisa Atasi Ejakulasi Dini

Inilah Penyebab Anda Jomblo Selamanya

Cantik, cerdas, baik hati. Good looking, charming, mapan, dan humoris. Tapi kenapa belum 'laku' juga?

Sederet pertanyaan itu mungkin 'diam-diam' terucap ketika melihat seseorang yang masuk high quality, namun tak juga ketemu jodoh.

Salah satunya adalah dengan membuat banyak kriteria, yang sebenarnya tidak ada seseorang yang dapat sesuai dengan kriteria yang Anda buat. Jika Anda tak ingin melajang seumur hidup, ada baiknya membaca tips ini sampai selesai. Berikut ini tipsnya,


1. Merasa takut untuk mencoba

Bagaimana cara mengetahui jika Anda sudah menemukan cinta sejati, namun Anda belum pernah merasakan kehilangan. Bagaimana caranya Anda bertemu dengan orang yang tepat jika Anda tidak berani mencoba dan memulai suatu hubungan?

Dalam perjalanan percintaan tidak ada yang lurus, beberapa orang harus jatuh bangun untuk mendapatkan tambatan hati yang tepat. Karenanya jika Anda takut untuk mencoba, bagaimana cara Anda untuk memulai, dan menemukan tambatan hati yang sesuai dengan Anda?

2. Menganggap tidak ada hubungan yang sempurna, dan berhenti mengharapkannya

Ketika seseorang patah hati, beberapa di antaranya memilih untuk menutup rapat hati tersebut dan tidak membukanya kembali. Justru hal tersebut merupakan suatu kesalahan. Lalu bagaimana Anda bisa menyembuhkan hati yang patah tanpa membiarkan siapapun masuk untuk mencoba mengobati.

3. Mencari yang sesuai kritera

Setiap orang pasti memiliki kriteria tentang pasangannya. Well, Anda tidak bisa memesan bagaimana pria atau wanita yang akan jadi pendamping Anda.

Selain itu, tidak ada salahnya dengan jatuh ke dalam hubungan yang tidak tidak sesuai dengan kriteria. Namun dapat memberikan kebahagiaan sendiri untuk Anda. Selama Anda merasa bahagia, kenapa tidak?

4. Mind block

Berhenti berpikir Anda tidak bisa, atau tidak mungkin. Jika berpikir demikian, Anda akan menjadi pribadi yang tidak berkembang. Padahal, dengan membuka diri Anda akan menemukan seseorang yang dapat mendukung Anda, maju bersama dengan Anda, hingga berjuang bersama dan membuat diri Anda lebih baik.

5. Jangan takut untuk membuat kesalahan

Jangan berhenti dan hanya menunggu hingga bertemu dengan orang yang tepat. Pada dasarnya tidak ada yang salah untuk menjadi lajang, karena Anda dapat lebih mengenal dan memperhatikan diri Anda sendiri.

Namun hindari untuk menutup diri sendiri dan merasa takut untuk mencoba dan berbuat kesalahan, hingga menemukan pasangan yang tepat.

READ MORE - Inilah Penyebab Anda Jomblo Selamanya

Cinta Ditolak Dukun Bertindak

Bergaul dan bersosialisasi memang penting. Namun jangan terlalu bersemangat untuk memamerkan kebahagiaan rumah tangga di muka umum.

Kamu takkan tahu, mungin saj ada orang yang tidak suka dan dengki dengan kebahagiaan tersebut. Terlebih jika perasaan tidak suka dan dengki itu digunakan sebagai alasan untuk menyakiti orang.

Seperti yang terjadi pada seorang pria yang rumah tangganya hampir rusak akibat sihir. pemicunya ternyata si pria menolak cinta wanita yang menjadi rekan kerjanya.

Ini kisahnya

Cinta Ditolak Dukun Bertindak

Berawal dari SMS

Saya sudah menikah selama hampir 15 tahun dan dikaruniai 4 anak. Pada suatu pagi saya menerima SMS dari seorang karyawati di tempat kerja saya menanyakan kabar saya yang tidak sehat. Saya memang tidak pernah menyimpan setiap nomor telepon perempuan lain kecuali karyawati lain untuk memudahkan urusan kerja.

Istri saya memang kuat indera keenamnya. Dia bisa tahu bahwa karyawati itu bukan teman perempuan yang dia kenal. Saya pun memberitahu dia saya juga tak kenal. Sebab memang saya tak kenal. Namun istri saya diam saja.

Ketika saya masuk kerja, si karyawati ini tanya kenapa tak balas SMS dia. Saya hanya bilang saya tak tahu karena nomornya tidak ada dalam kontak saya.

Selalu Cerita Kebaikan Istri

Hubungan saya dan istri memang baik. Selain ramah, istri saya memang seorang yang periang. Tanggung jawab dia pada saya dan anak-anak memang tak perlu diragukan. Dan saya selalu menceritakan pada kawan-kawan saya bahwa istri saya memang tiada gantinya. Jika ditakdirkan beristri lagi, saya akan melakukannya jika istri saya sudah meninggal dunia. Itupun saya merasa mustahil ada wanita yang bisa menggantikan tempatnya. Rupanya pernyataan saya telah menimbulkan rasa tak senang pada karyawati tersebut.

Si Karyawati Mulai Panggil Sayang

Pada suatu hari si karyawati tersebut dapat pindah kerja di kota lain. Karena saya memang tipe orang yang ramah, saya suka menanyakan kabar kawan-kawan, baik laki-laki atau perempuan, tua atau muda. Saya pun mengirim SMS untuk menanyakan kabar dia. Demi Allah, tidak ada sekelumit pun rasa saya suka atau mencintai karyawati tersebut. Sejak itu, karyawati itu selalu menghubungi saya dan tanpa saya sadari dia memanggil saya dengan panggilan 'sayang'.

Saya pun terhenyak pada awalnya. Kalau orang sudah panggil kita sayang, apalagi maknanya. Tetapi hubungan dengan istri masih baik. Ketika Lebaran tiba, karyawati tersebut menghubungi saya dan menanyakan apakah saya ingin berkunjung ke rumahnya. Saya tak tahu seperti ada sesuatu yang mendesak saya untuk pergi. Saya pun pergi ditemani dengan anak saya.

Ketaatan Istri Membongkar Rahasia

Lama kelamaan istri mencium perbuatan saya. Istri suruh saya tukar nomor telepon. Saya pun menggantinya. Saya ikut segala permintaan istri sebab saya sayang dia. Dan yang anehnya saya tak tahu kekuatan dari mana saya bisa beli nomor dan ponsel lain. Tapi tak lama. Betul juga kata orang, naluri seorang istri itu jangan dibuat main-main.

Saya tahu istri saya selalu berdoa dan saya selalu mendengar dalam doanya ada tangisan. Hati saya pilu mendengar isak istri saya, tapi ada sesuatu yang berbisik agar membiarkan saja istri saya. Solat hajat dan bacaan yasin terus dilakukan oleh istri dan anak-anak. Dan tak lama setelah itu rahasia pun terbongkar.

Ketika istri tahu, dia mengajak saya menemui karyawati tersebut. Saya ikut. Dalam mobil istri menyuruh saya melepaskan karyawati itu. Tapi demi Allah, saya sangat sayang istri saya. Saya takkan melepaskan dia kecuali maut memisahkan kami. Istri saya memang cerdik. Segala doa dia Allah kabulkan. Kami bisa ketemu dengan karyawati tersebut tapi dia lari ketika saya menghampiri istri saya. Seperti ada sesuatu yang membuat karyawati itu takut. Kami kemudian pulang. Dan sejak itu kepercayaan istri pada saya mulai berkurang. Walau berkali-kali saya bilang saya tidak ada hubungan apa-apa dengan karyawati tersebut.

READ MORE - Cinta Ditolak Dukun Bertindak

Pacaran Boleh Tapi Jangan Terlalu "Lengket"

Jatuh cinta dan menjalin hubungan asmara memang memberikan kebahagiaan tersendiri. Wajar jika Anda ingin terus-menerus menghabiskan waktu bersama pasangan. Namun, ada baiknya Anda jangan terlalu "lengket" atau terlalu sering menghabiskan waktu bersama sang pacar.

"Perilaku terlalu lengket dengan pacar, seringkali membuat wanita dicap dan ditafsirkan negatif jika diinterpretasikan sebagai sifat lemah," ujar Jessica O'Reilly, seorang pakar hubungan percintaan dan penulis buku laris The New Sex Bible.

Menurut O'Reilly, pria pun bisa lengket dengan kekasihnya. Namun, wanita biasanya memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan rasa bahagianya ketika menghabiskan waktu bersama pasangan. Pria, kata O'Reilly, biasanya lebih merefleksikan kebahagiaan mereka melalui tindakan. "Jika Anda terlalu menuntut dan menginginkan pasangan, maka akan berdampak pada ketegangan atau konflik," imbuh O'Reilly.

Pacaran Jangan Terlalu "Lengket"

Ketika konflik terjadi, biasanya timbul argumen yang bisa berujung pada putusnya hubungan. Nah, apa saja sebenarnya tindakan yang dapat dikategorikan sebagai terlalu "lengket" dengan pacar? O'Reilly memberi contoh, Anda sibuk mengecek aktivitas pacar ketika ia sibuk atau menelepon di tengah malam pada hari kerja.

"Datang menghadiri acara tanpa diundang dan merencanakan kegiatan sebagai pasangan tanpa mengecek dulu apakah pacar dapat ikut serta atau tidak juga termasuk terlalu lengket dengan pasangan," jelas O'Reilly.

Untuk meminimalisir dan menghindari konflik, O'Reilly menganjurkan Anda juga memiliki acara serta kegiatan sendiri tanpa harus bergantung dengan pasangan. Yakinkan juga pada pasangan agar menghabiskan waktu pula dengan teman-temannya tanpa Anda harus mendampingi dia.

"Bicarakan juga tentang seberapa banyak waktu yang ingin kalian habiskan bersama. Tawarkan beberapa pilihan. Sesekali habiskan juga waktu masing-masing, sebab Anda tidak perlu bersama terus-menerus," jelas O'Reilly.

READ MORE - Pacaran Boleh Tapi Jangan Terlalu "Lengket"

Usia Ideal Menikah Untuk Pria dan Wanita Berapa Ya?

Pesta pernikahan membutuhkan persiapan yang matang, bukan hanya soal materi saja, namun anda juga perlu mempersiapkan mental sebaik mungkin. Banyak orang beranggapan bahwa usia ideal untuk menikah antara pria dan wanita tersebut berbeda. Sebenarnya tidak ada batasan untuk melakukan pernikahan. Anda bisa menikah pada usia yang masih muda, paruh baya, ataupun tua. Usia berapapun tidak masalah, yang terpenting adalah anda sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum pernikahan tersebut dilangsungkan.

Kita tidak pernah tahu kapan jodoh akan datang. Namun secara umum, usia ideal untuk menikah untuk perempuan adalah di usia 20 – 21 tahun. Kemudian untuk laki-laki adalah pada usia 25 tahun. Alasannya adalah karena pria memerlukan kematangan finansial sebelum melakukan pernikahan. Selain itu, emosi serta psikis juga harus dipersiapkan dengan baik. Usia 25 ke atas merupakan usia matang di mana seseorang sudah mampu mempersiapkan diri baik secara fisik maupun emosi untuk menjalani hubungan rumah tangga.

 Usia Ideal Menikah Untuk Pria dan Wanita Berapa Ya

Untuk wanita, mengapa pernikahan bisa dilangsungkan lebih awal? Itu karena konduksi kesehatan reproduksi mereka lebih baik saat masih berusia muda. Jika anda berniat untuk memiliki banyak anak, maka kecenderungannya adalah menikah di usia muda karena dengan menikah di usia muda, ada banyak waktu untuk memiliki banyak keturunan. Namun jika anda tidak terlalu mempermasalahkan keturunan, maka tidak ada masalah jika ingin menikah di usia lebih tua.

Apakah pria harus lebih tua daripada wanita dalam sebuah hubungan? Sebenarnya ini bukanlah patokan standar dalam sebuah pernikahan. Tidak ada masalah jika pihak perempuan lebih lebih dewasa usianya daripada pihak laki-laki. Namun pertimbangan soal pria harus berusia lebih tua daripada wanita dalam sebuah pernikahan mengacu pada fakta bahwa pria merupakan pemimpin, jadi ia perlu lebih matang. Kematangan seseorang bisa dilihat dari usianya, walaupun faktanya tidak selalu demikian.

Banyak juga orang yang sudah berusia tua namun masih memiliki sifat seperti anak-anak, begitu pula sebaliknya. Jadi yang diperlukan dalam sebuah hubungan pernikahan adalah kedewasaan dari masing-masing pihak, terutama dari pihak laki-laki. Jika misalnya anda sudah melewati masa usia ideal menikah, apakah anda harus terburu-buru untuk melakukannya? Rasanya tidak, yang terpenting adalah anda harus siap dulu secara materi dan emosi.

Pokoknya kuncinya hanya satu, yaitu kesiapan dalam membina rumah tangga. Jika kedua individu sudah siap, ini bisa menghindari konflik yang sering muncul dalam kehidupan rumah tangga. Dari konflik yang kecil seperti ketidakcocokan bisa muncul masalah yang lebih besar. Sudah banyak kasus membuktikan bahwa pernikahan yang terburu-buru kemungkinan besar tidak berakhir bahagia, jadi berhati-hatilah.

READ MORE - Usia Ideal Menikah Untuk Pria dan Wanita Berapa Ya?

Autistic Children and the Strain on Marriage

Unfortunately, in modern times, many marriages end in divorce or separation. This statistic rises even higher when you mix in an autistic child. No matter how loving and understanding you both may be towards your child, the truth is that autism is a very difficult matter, and strain on the marriage is not uncommon. By trying to stay positive about your situation, and by working to keep your marriage healthy, you and your spouse can avoid marital problems and hopefully survive the trying times of raising an autistic child.

Autistic Children and the Strain on Marriage

Why did you marry your husband or wife? By asking yourself this question often, you can focus on the good things in your marriage. Raising a child with autism is stressful, and if you are stressed, you have a tendency to snap at another person for the smallest missteps. Instead of focusing on these bad qualities, take some time to enjoy one another the way you did at the beginning of the relationship. This may include spending some time apart from your children. When you find out that your child is autistic, it is beneficial to make sure that you and your spouse are not the only two people with whom your child will respond. A grandparent, aunt or uncle, mature sibling, or nanny are good people to have in your child's life in the most intimate way possible. This way, alone time with your spouse is possible.

Work together with your spouse to help you child, instead of fighting with one another. It is very likely that you will have different ideas about what to do in certain situations, so be prepared to compromise and always seek professional consultations before making any medical decisions for your child. By working together, remember that you are giving your child the best opportunities. Try to set apart time every week to spend together as a family, especially if one parent or the other is the primary caregiver.

Lastly, seek help when you need it. Part of any successful marriage is spending some time apart to focus on individual needs, and it is no different when you have an autistic child. However, if you find that you and your spouse are not happy unless you are spending time alone, it is time to reevaluate the situation. A family or marriage counselor can help you and your spouse get back on the right track to a happy life together. It might also be beneficial to meet other couples raising autistic children. You are not alone, and it is never easy. By making an effort to keep your marriage happy, even when you are stressed with the task of raising an autistic child, you and your spouse can ensure that your marriage does not end in a messy divorce.

READ MORE - Autistic Children and the Strain on Marriage

Membesarkan Anak adalah Pekerjaan Yang Membahagiakan

Banyak pasangan menikah yang berpikir bahwa menjadi orangtua adalah pekerjaan yang sangat berat dan melelahkan. Dari hasil penelitian terbukti membesarkan anak dan menjadi orangtua itu sangat membahagiakan.

Penelitian terbaru dari psikolog di 3 universitas di Amerika Utara menemukan bahwa pasangan yang menjadi orangtua memiliki kadar kebahagiaan yang lebih besar dan hidupnya lebih berarti daripada pasangan yang tidak atau belum memiliki anak.

Penemuan ini menunjukkan bahwa orangtua akan merasa lebih bahagia saat mengasuh anak-anaknya daripada melakukan aktivitas harian lainnya.

Peneliti juga menunjukkan bahwa manfaat 'parenthood' atau menjadi orangtua tampaknya lebih konsisten terlihat pada pria yang lebih tua.

Membesarkan Anak adalah Pekerjaan Yang Membahagiakan

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science tersebut menyatakan bahwa menjadi orangtua memberikan lebih banyak manfaat, meskipun membutuhkan tanggung jawab lebih besar.

Bahkan penelitian ini memunculkan perspektif evolusioner bahwa menjadi orang tua bisa jadi merupakan kebutuhan mendasar manusia.

"Serangkaian studi ini menunjukkan bahwa orantua bukanlah 'makhluk yang menyedihkan' seperti yang kita kira selama ini," ujar psikolog dari University of British Columbia, Prof. Elizabeth Dunn yang melakukan studi ini bersama koleganya dari University of California, Riverside and Stanford University seperti dilansir dari Health24, Rabu (23/5/2012) seperti dikutip detikhealth.

"Jika Anda menghadiri sebuah pesta makan malam yang besar, temuan kami menunjukkan bahwa orangtua yang ada di dalam ruangan itu akan sama bahagianya atau lebih bahagia daripada tamu-tamu yang tidak memiliki anak".

Dalam studi, para peneliti menguji apakah orang tua merasa lebih bahagia daripada rekan-rekannya yang tidak memiliki anak; apakah orangtua merasa memiliki momen-momen dalam hidup yang lebih baik daripada pasangan yang bukan orangtua; dan apakah orangtua mengalami perasaan positif lebih besar ketika mengasuh anak-anaknya daripada melakukan aktivitas harian lainnya.

Konsistensi temuan ini didasarkan pada data dan partisipan di Amerika Serikat dan Kanada yang memberikan bukti kuat sekaligus menantang kepercayaan bahwa keberadaan anak-anak seringkali dikaitkan dengan penurunan kesejahteraan keluarga, ungkap peneliti.

Studi tersebut mengidentifikasi usia dan status pernikahan sebagai faktor kebahagiaan oran tua.

"Kami menemukan bahwa jika usia Anda lebih tua (dan diasumsikan lebih dewasa) dan menikah (dan diasumsikan memiliki dukungan sosial dan finansial yang memadai) maka Anda cenderung hidup lebih bahagia jika Anda memiliki anak dibandingkan rekan-rekan Anda yang tidak memilikinya," ujar peneliti lainnya, Sonja Lyubomirsky, profesor psikologi dari University of California, Riverside.

Namun temuan ini tidak berlaku bagi orang tua tunggal atau orang tua yang masih sangat muda.

Secara khusus, ayah adalah pihak yang menunjukkan kadar kebahagiaan, emosi positif dan arti hidup lebih besar daripada pasangan yang tak memiliki anak.

"Menariknya, kadar kebahagiaan yang lebih besar pada pasangan orangtua lebih konsisten ditemukan pada ayah ketimbang ibu," kata Dunn.

Para peneliti juga menemukan bahwa tekanan yang biasa dikaitkan pada kondisi orang tua tunggal tidaklah menghapuskan perasaan positif yang lebih besar karena memiliki anak.

"Namun kami tak mengatakan bahwa menjadi orangtua membuat semua orang bahagia, namun peran itu bisa dikaitkan dengan kebahagiaan dan arti hidup yang lebih besar," kata Lyubomirsky.*/hidayatullah

READ MORE - Membesarkan Anak adalah Pekerjaan Yang Membahagiakan

Yang Perlu Diertimbangkan Sebelum Nikah Siri

Mengingat tak adanya legalitas dari negara, memilih jalan nikah siri sebaiknya Anda pertimbangkan secara matang. Jika tidak, Anda pun bukan tak mungkin akan disulitkan dengan berbagai permasalahan.

Yang Perlu Diertimbangkan Sebelum Nikah Siri

Meski tidak ada tercatat di negara, menikah siri kenyataannya ramai peminat. Dari orang biasa hingga pejabat, serta figur publik tercatat banyak yang menempuh jalur ini. Jika Anda berencana melakoni jalur tersebut, sebaiknya memikirkan secara matang sebelum memutuskannya. Apalagi, pihak wanita menjadi sisi yang terancam merugi ketika kelak pernikahannya dilanda masalah.

“Wanita harus berpikir bahwa pernikahan itu adalah membina hidup baru dengan pasangan yang selayaknya menjadi teman seumur hidup,” kata psikolog Efnie Indrianie kepada Okezone melalui layanan BlackBerry Messenger, belum lama ini.

Selain itu, Efnie juga menyarankan bagi wanita yang hendak menempuh nikah siri sebaiknya memersiapkan sejak awal pengurusan surat-surat penting, agar tidak terjadi sengketa ketika terjadi masalah di kemudian hari.

“Wanita juga harus berpikir tentang hak dirinya dan anaknya kelak. Hal itu harus memiliki jaminan. Yang pasti untuk masa depan. Demikian juga dengan pengurusan surat menyurat dan akta lahir. Belum lagi pertanyaan yang akan diajukan oleh lingkungan sekitar tentang status karena Indonesia adalah budaya kolektivistik,” tutupnya.

ooOoo

Membuat Kesepakatan Tertulis 

Menikah merupakan pilihan sekaligus hak bagi individu. Ketika seorang tersebut memilih nikah siri sebagai jalan hidup, maka kita pun perlu menghargai keputusannya tersebut.

Masing-masing orang memiliki pilihan sendiri, termasuk soal menikah. Ketika ada orang yang menjatuhkan pilihan untuk menikah siri tentu tak ada salahnya. Hanya saja, saat pilihan tersebut Anda pilih, maka beberapa hal sebaiknya diperhatikan. Khususnya bagi para wanita yang cenderung rentan dengan risiko, pernikahan siri sebaiknya mencanangkan kesepakatan di awal.

Psikolog Efnie Indrianie menuturkan, hal tersebut saat berbincang dengan Okezone melalui layanan BlackBerry Messenger, belum lama ini.

“Sebaiknya memang ada kesepakatan tertulis dan legal sebelum menikah siri,” saran Efnie.

Tidak adanya legalitas membuat berbagai hal yang tak diinginkan mengancam sewaktu-waktu. Untuk itu, kesepakatan menjadi proteksi awal yang bisa dijadikan pegangan.

Meski demikian, sambung Efnie, alangkah baiknya memang ketika memutuskan untuk menikah sebaiknya melakukan pernikahan resmi yang tercatat di negara.

“Dengan pernikahan resmi hukum, maka jaminan masa depan dan hak akan lebih pasti,” pungkasnya. ( okezone )

READ MORE - Yang Perlu Diertimbangkan Sebelum Nikah Siri